TANGKIS-AI

Cek Dulu Sebelum Klik

2026-11-04

Mengaku ustadz, penipu janjikan bantuan biaya sekolah cucu asal korban transfer dulu

Kronologi singkat

1. Seorang nenek datang ke sebuah konter pulsa dan meminta tolong dikirimkan uang ke sebuah nomor rekening. 2. Pemilik konter bertanya apakah nenek tersebut kenal dengan pemilik rekening. Nenek menjawab tidak kenal. 3. Saat chat WhatsApp-nya dibaca, ternyata nenek tersebut sedang berkomunikasi dengan akun yang mengaku sebagai seorang ustadz. Akun itu memakai foto profil tokoh agama dan berstatus akun bisnis yang baru dibuat. 4. Nenek tersebut meminta bantuan untuk biaya sekolah cucu-cucunya. Penipu lalu meminta nenek mentransfer sejumlah uang ke rekening atas nama orang lain, dengan alasan "pihak bank sudah menanyakan" dan meyakinkan bahwa bantuan "pasti cair hari ini juga". 5. Penipu terus mendesak: "silakan ditransfer", "jangan lupa bukti transfernya", "mohon secepatnya". 6. Awalnya nenek tersebut tidak percaya bahwa itu penipuan. Setelah dijelaskan dengan baik-baik, ia mau mendengarkan dan batal mentransfer. Nomor penipu kemudian diblokir.

Contoh pesan

Contoh penipuan, jangan ditiru

"Assalamualaikum ibu. Jelaskan keperluan atau kebutuhan apa yang bisa ustadz bantu." "Silakan ditransfer ya bu, pihak bank sudah menanyakan." "Pasti ibu tenang saja, dana bantuan bakal cair langsung hari ini juga. Silakan transfer ke rekening berikut, jika sudah transfer jangan lupa bukti transfernya ya bu. Ustadz tunggu, mohon secepatnya."

Screenshot

Screenshot kasus: Mengaku ustadz, penipu janjikan bantuan biaya sekolah cucu asal korban transfer dulu

Data pribadi pada gambar sudah disamarkan.

Pelajaran yang bisa diambil

- Bantuan atau sedekah yang tulus tidak pernah meminta penerima mentransfer uang lebih dulu. - Penipu memanfaatkan sosok tokoh agama dan kebutuhan mendesak, seperti biaya sekolah, untuk membangun rasa percaya. - Tanda bahaya: akun baru, rekening tujuan atas nama orang lain, alasan "pihak bank sudah menanyakan", dan desakan untuk segera transfer. - Lansia sering menjadi sasaran. Keluarga, tetangga, dan pemilik konter atau agen bank bisa menjadi benteng terakhir dengan bertanya: "Kenal dengan pemilik rekeningnya?" - Jelaskan dengan sabar dan baik-baik. Korban yang sudah terlanjur percaya biasanya butuh waktu untuk menerima bahwa itu penipuan.

Sumber

https://x.com/jiminiemanis/status/2117503629427089517
Mengaku ustadz, penipu janjikan bantuan biaya sekolah cucu asal korban transfer dulu ยท TANGKIS-AI