Tentang TANGKIS-AI
TANGKIS-AI (Tanggap Kejahatan Siber berbasis AI) membantu warga mengecek apakah pesan WhatsApp, SMS, atau media sosial yang mereka terima adalah penipuan.
Cara kerjanya
- Kamu menempelkan teks pesan atau mengunggah screenshot.
- Pesan diperiksa dengan aturan otomatis: nama file berbahaya, permintaan OTP, link pemendek, domain tiruan, desakan waktu, dan lainnya.
- Nomor HP, email, dan NIK disamarkan, lalu pesan dinilai oleh AI berdasarkan basis pengetahuan modus penipuan.
- Hasilnya berupa label, alasan, dan langkah yang bisa kamu lakukan sekarang.
Seberapa besar masalahnya di Jawa Timur?
2.593
laporan penipuan di wilayah Polda Jawa Timur โ peringkat 3 nasional, dari total 33.163 laporan penipuan di seluruh Indonesia.
Periode data: 1 Januari โ 22 September 2026.
Lima Polda dengan laporan penipuan terbanyak
- 1. Polda Metro Jaya10.948
- 2. Polda Sumatera Utara2.868
- 3. Polda Jawa Timur (wilayah kita)2.593
- 4. Polda Jawa Barat2.354
- 5. Polda Sulawesi Selatan2.239
Sumber: Pusiknas Bareskrim Polri (sumber data) ยท GoodStats, 8 Oktober 2026 (rincian per Polda). Rincian per Polda dibaca dari pemberitaan, bukan langsung dari rilis Pusiknas.
Gambaran nasional
Angka di bawah ini berasal dari Indonesia Anti-Scam Centre (IASC), pusat penanganan penipuan transaksi keuangan yang dikelola Otoritas Jasa Keuangan bersama perbankan dan penyedia jasa pembayaran. Sifatnya kumulatif sejak IASC mulai beroperasi, jadi tidak bisa dibandingkan langsung dengan angka Polda di atas yang hanya menghitung laporan tahun ini.
668.441
laporan penipuan diterima IASC
1.276.688
rekening dilaporkan dan diverifikasi
659.419
rekening diblokir
159.472
nomor telepon dilaporkan
Rp771,2 miliar
dana korban berhasil diblokir
Rp206 miliar
dana dikembalikan ke korban
Periode data: 22 November 2024 โ 31 Agustus 2026. Sumber: Siaran pers OJK, RDKB Agustus 2026.
Dari 432.637 laporan yang masuk pada periode 22 November 2024 โ 14 Januari 2026, total kerugian yang dilaporkan masyarakat mencapai Rp9,1 triliun.Sumber: Siaran pers OJK SP 15/GKPB/OJK/I/2026, 21 Januari 2026. Ini angka kerugian terakhir yang dipublikasikan OJK; laporan yang lebih baru belum disertai nilai kerugian.
Modus yang paling banyak dilaporkan adalah penipuan transaksi belanja (77.740 laporan), disusul impersonation atau fake call (47.269 laporan).data sampai Mei 2026. Angka ini disampaikan pejabat OJK dan dikutip media, bukan dari siaran pers resmi: OJK, dikutip Kontan (Juni 2026).
Kategori resmi dan modus di aplikasi ini
OJK mengelompokkan laporan ke beberapa kategori besar. Begini kaitannya dengan modus yang dikenali TANGKIS-AI:
Penipuan transaksi belanja
Impersonation / fake call
Penipuan investasi
Penipuan kerja
Penipuan lewat media sosial
Love scam
Pengelompokan ini dibuat oleh TANGKIS-AI untuk memudahkan pembacaan. OJK tidak memakai kode modus yang sama. Seluruh angka di halaman ini diperiksa ulang pada 1 November 2026; untuk angka terbaru, buka langsung sumbernya.
Menyebut lembaga resmi di sini hanya sebagai rujukan data dan kanal pelaporan. TANGKIS-AI tidak berafiliasi dengan OJK, IASC, atau instansi mana pun.
Batasannya
Hasil TANGKIS-AI adalah penilaian awal, bukan kepastian. AI bisa keliru. Untuk kepastian, verifikasi lewat kanal resmi di bawah. TANGKIS-AI bukan layanan resmi pemerintah, kepolisian, bank, atau OJK, dan tidak berafiliasi dengan instansi mana pun.
Prinsip yang selalu berlaku
- Instansi resmi tidak mengirim file APK lewat WhatsApp. Bank, kurir, polisi, PLN, BPJS, dan pemerintah tidak pernah melakukannya.
- Kode OTP, PIN, password, dan CVV tidak boleh diberikan kepada siapa pun, termasuk yang mengaku petugas bank.
- Desakan waktu adalah tanda bahaya. Contoh: "hari ini terakhir", "akun diblokir dalam 1 jam", "segera transfer".
- Untung yang tidak masuk akal hampir pasti penipuan. Contoh: hadiah tanpa ikut undian, gaji besar untuk kerja ringan, investasi untung pasti.
- Verifikasi lewat jalur lain. Telepon langsung nomor lama kerabat, buka aplikasi resmi, atau hubungi call center di balik kartu ATM. Jangan pakai nomor/link yang ada di pesan.
- Tidak ada pembayaran di luar aplikasi resmi. Transaksi marketplace harus tetap di dalam aplikasi.
Kontak resmi
- Kontak OJK: 157, untuk cek legalitas investasi/pinjol dan pengaduan
- Indonesia Anti-Scam Centre (IASC): iasc.ojk.go.id, untuk lapor penipuan transaksi keuangan dan pemblokiran rekening
- Cek rekening penipu: cekrekening.id
- Aduan konten (Komdigi): aduankonten.id
- Patroli Siber Bareskrim: patrolisiber.id
- Polisi: 110
- Call center bank: nomor yang tercantum di balik kartu ATM atau di aplikasi resmi bank
Privasi
Isi pesan dan gambar tidak disimpan. Yang disimpan hanya hitungan anonim. Selengkapnya di Kebijakan Privasi.