2026-08-06 · Kota Malang
Refund palsu paket tertukar lewat QRIS
Kronologi singkat
1. Korban menerima chat WhatsApp berisi template bahwa paketnya tertukar. Nomor resi yang disebut sama persis dengan pesanan asli korban di marketplace. Bagaimana penipu mendapatkan data resi tersebut belum diketahui. 2. Penipu meminta screenshot total belanja dari akun belanja online korban. 3. Penipu lalu menelepon lewat WhatsApp, menanyakan korban membayar pakai apa dan dari bank apa, dan menawarkan bantuan proses refund menggunakan QR. 4. Di tengah percakapan, penipu mengirim QR code yang sudah diatur dengan nominal sekitar Rp9 juta. Penipu menyebutnya sebagai “saldo toko” yang bisa diklaim korban. 5. Kalau saldo korban cukup, korban akan dipandu melanjutkan transaksi dan memasukkan PIN, dan saldonya langsung terkuras. Karena saldo korban kecil, transaksi tidak bisa dilanjutkan dan korban selamat. 6. Korban merekam percakapan dari dua nomor penipu dan membagikannya di media sosial sebagai peringatan untuk orang lain.
Contoh pesan
“Selamat siang kak, kami dari ekspedisi. Mohon maaf, paket kakak dengan nomor resi [NOMOR RESI] tertukar dengan paket pelanggan lain. Kami akan bantu proses refund dana kakak.” “Boleh kirimkan screenshot total belanja di akun kakak untuk verifikasi refund?” “Silakan scan QR ini untuk klaim saldo toko kakak, lalu masukkan PIN untuk konfirmasi.”
Screenshot

Data pribadi pada gambar sudah disamarkan.
Pelajaran yang bisa diambil
1. Penipu bisa tahu nomor resi dan detail pesananmu. Data yang cocok bukan bukti bahwa mereka resmi. 2. Scan QRIS = membayar. Tidak ada mekanisme menerima refund atau saldo dengan scan QR dan memasukkan PIN. 3. Refund resmi selalu lewat aplikasi marketplace, bukan lewat chat atau telepon WhatsApp. 4. Pertanyaan “bayar pakai apa, dari bank apa” adalah cara penipu memilih korban dan menyiapkan jebakan berikutnya. 5. Korban selamat karena saldonya kecil, bukan karena modusnya mudah dikenali. Banyak orang lain yang tidak seberuntung itu.